<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BATAM CYBER ZONE</title>
	<atom:link href="http://batamcyberzone.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://batamcyberzone.com</link>
	<description>UPDATE NEWS</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 08:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Harus Jeli Baca Gelagat Malaysia</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/harus-jeli-baca-gelagat-malaysia/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/harus-jeli-baca-gelagat-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 08:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Harus Jeli Baca Gelagat Malaysia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9385</guid>
		<description><![CDATA[Tolak Perundingan RI-Malaysia ke MI JAKARTA (BCZ) &#8211; Hari ini, pemerintah RI dan Malaysia duduk satu forum dalam pembicaraan bilateral tahap pertama percepatan penuntasan perundingan garis batas maritim RI-Malaysia. Namun disinyalir, ajang ini diduga akan dimanfaatkan Malaysia untuk mendorong penyelesaian melalui Mahkamah Internasional (MI) yang melemahkan posisi Indonesia. Melihat gelagat ini, Wakil Ketua DPR RI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tolak Perundingan RI-Malaysia ke MI</strong></p>
<p><strong>JAKARTA (BCZ)</strong> &#8211; Hari ini, pemerintah RI dan Malaysia duduk satu forum dalam pembicaraan bilateral tahap pertama percepatan penuntasan perundingan garis batas maritim RI-Malaysia. Namun disinyalir, ajang ini diduga akan dimanfaatkan Malaysia untuk mendorong penyelesaian melalui Mahkamah Internasional (MI) yang melemahkan posisi Indonesia.</p>
<p>Melihat gelagat ini, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah RI menolak hal itu, dan menggantingan perundingannya dengan melibatkan negara-negara Asean yang lain. “Masih ada satu hari hingga esok untuk melakukan lobi-lobi dan terobosan diplomatik yang dilakukan oleh pemerintah RI melalui Menlu,” katanya.</p>
<p>Taufik mengatakan perundingan itu jangan hanya sekadar perundingan. Tapi harus ada inovasi ekspansi lobi politik yang tidak hanya berbicara sekadar hubungan, tetapi juga semangat kebersamaan negara Asean. “Sehingga perlu ada pihak ketiga, dari negara Asean untuk menengahi masalah ini. Sehingga tidak perlu kasus perbatasan selalu dibawa ke Mahkamah Internasional,” ujar Taufik, kepada INDOPOS (grup JPNN), kemarin (5/9).</p>
<p>Pernyataan Taufik itu didasari atas pernyataan Wamenlu Malaysia Richard Riot menanggapi pidato Presiden SBY di Mabes TNI, Cilangkap. Dalam pernyataan yang dilansir AFP tersebut, Riot mengusulkan penyelesaian perbatasan dilakukan melalui Mahkamah Internasional (International Court of Justice). Di dalam surat kabar itu, Riot yakin bahwa penyelesaian di Mahkamah Internasional berpeluang  diterima Indonesia karena sesuai keinginan Presiden SBY agar menuntaskan masalah perbatasan dalam waktu cepat. Perundingan jelas akan memakan waktu yang lama dibanding melalui persidangan MI.</p>
<p>“Mahkamah Interbasional akan lebih banyak merugikan bangsa ini, karena anggotanya berasal dari luar Asean, yang tidak memiliki keterikatan batin antar sesama Asia. Lihat saja saat kasus Sipadan-Ligatan, dimana kita kalah,” ucapnya.</p>
<p>Dia menyatakan, jika kasus ini dibawa ke MI, maka pemerintah juga harus menyiapkan segala data konkrit agar tidak kalah di MI. “Intinya harus ada penolakan dibawa ke persidangan, karena butuh data yang konkrit yang harus dipersiapkan pemerintah,” cetusnya.</p>
<p>Taufik menerangkan Menlu Thailand, Kasit Piromya pernah menyatakan sangat menghormati kedaulatan Indonesia sebagai negara sesama Asean dalam kunjungannya ke Indonesia akhir April lalu. “Ini menjadi sinyal bahwa banyak negara-negara di Asean siap membantu menjadi penengah,” ucapnya.</p>
<p>Ucapan Taufik itu berkaca dari sejarah bahwa pemerintah Indonesia pernah menjadi mediator dalam sengketa Vietnam dan Kamboja. “Kita bisa meminta masalah perbatasan ini menjadi permasalahan Asean. Segeralah dirasakan perlunya Menlu Marty Natalegawa menganggap bahwa komunikasi lintas semangat Asean untuk duduk bersama,” katanya.</p>
<p>Terobosan diplomasi sekecil apa pun, kata Sekjen PAN ini,  akan menyentuh Malaysia. Apalagi, Malaysia sedang marah karena demonstrasi yang diwarnai aksi pelemparan tinja ke Kedubes Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. (dil)</p>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/harus-jeli-baca-gelagat-malaysia/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/harus-jeli-baca-gelagat-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujang, Buronan Kelas Kakap Lapas Palembang Tertangkap Gara-gara Curi HP</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/ujang-buronan-kelas-kakap-lapas-palembang-tertangkap-gara-gara-curi-hp/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/ujang-buronan-kelas-kakap-lapas-palembang-tertangkap-gara-gara-curi-hp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Buronan Kelas Kakap Lapas Palembang Tertangkap Gara-gara Curi HP]]></category>
		<category><![CDATA[Ujang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9382</guid>
		<description><![CDATA[(BCZ) - Ujang alias Patek Bin Umar. Ia kini berumur 41 tahun. Wajahnya begitu asing bagi polisi di kota ini. Namun, kasus yang melilitnya nyaris jadi perhatian aparat keamanan di negeri ini akibat lalainya pengamanan sipir lapas, pria asal Palembang itu kabur dari penjara tersebut. Pelariannya saat itu cukup menghebohkan. Salah satu staf lapas yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>(BCZ) -</strong> Ujang alias Patek Bin Umar. Ia kini berumur 41 tahun. Wajahnya begitu asing bagi polisi di kota ini. Namun, kasus yang melilitnya nyaris jadi perhatian aparat keamanan di negeri ini akibat lalainya pengamanan sipir lapas, pria asal Palembang itu kabur dari penjara tersebut.</div>
<div id="_mcePaste">Pelariannya saat itu cukup menghebohkan. Salah satu staf lapas yang masih saudara dekat dengan Ujang bahkan nyaris dipecat dari dinasnya, gara-gara pelarian pria berkulit hitam ini.</div>
<div id="_mcePaste">”Ada staf kami yang sudah diusulkan untuk dipecat karena diduga  terlibat kaburnya dia (Ujang, red),” ujar Bistok, staf lapas Palembang ketika dikonfirmasi Batam Pos kemarin (5/9).</div>
<div id="_mcePaste">Menurut Bistok, Ujang kabur dari lapas dengan cara melompat. Tembok tinggi dikelilingi kawat berduri itu mampu diperdayainya. Waktu itu waktu hampir pukul 03.00 dinihari. Petugas lapas kebingungan dengan berkurangnya satu tahanan yang baru empat hari menjadi tahanan titipan Polsek Ilir Timur II saat itu.</div>
<div id="_mcePaste">Menurut Ujang, menaklukan pagar lapas, ia langsung menumpang ojek dekat penjara tersebut. Ia diantarkan ke kawasan hutan yang dekat dengan jalur menuju Lampung. Sedikit uang yang dibawanya, Ujang kabur ke Lampung dan bebas selama hampir empat bulan di sana.</div>
<div id="_mcePaste">Beberapa pekerjaan sebagai buruh kasar ditekuninya. Ia mengaku masih lajang saat itu. Tak kerasan di Lampung, tepat Juni lalu, ia hengkang ke Batam dan berkenalan dengan seorang wanita dan langsung dinikahinya.</div>
<div id="_mcePaste">”Kami nikah di Batuaji dan istri saya sedang hamil,” ujar pria yang beralamat di Tanjunguma ini, kemarin (5/9).</div>
<div id="_mcePaste">Selama di Batam, Ujang mengaku bekerja serabutan saja. Kamis (28/8) lalu, ia menggondol dua unit ponsel milik warga Baloi Garden pukul 14.00. Oleh korban, kasus pencurian dilaporkan ke Polsekta Lubukbaja.</div>
<div id="_mcePaste">Menurut saksi, polisi mengarahkan penyelidikan ke Ujang. Ia  mengelak dari tudingan polisi. Namun setelah diselidiki, ternyata barang bukti 2 ponsel Nokia milik korban telah disimpanya. ”Rencana mau aku jual untuk bayar kos rumah,” katanya.</div>
<div id="_mcePaste">Ia lalu diamankan dan dimasukan ke penjara Polsek. Kapolsekta Lubukbaja, AKP Didik Erfianto, mengatakan, selama dua hari dikurung, Ujang tak terlihat aneh atau khawatir diketahui sebagai buronan oleh polisi di Palembang.</div>
<div id="_mcePaste">Pria brewokan itu juga mengantongi identitas palsu. Nama aslinya Ujang alias Patek Bin Umar, namun di kartu tanda penduduk (KTP) keluaran Batam, pria ini berganti nama menjadi Iwan. ”Kami lantas membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) atas nama Iwan karena itu nama dia sesuai KTP dan pengakuannya,” kata Didik Erfianto di Mapolsek kemarin (5/9).</div>
<div id="_mcePaste">Didik serta jajarannya kaget setelah terdengar selintingan rumor di masyarakat bahwasannya Iwan yang ditangkap jajarannya itu tahanan kabur dari Lapas Palembang sejak 2009 lalu. Pihaknya lalu berkoordinasi dengan kepolisian di Palembang.</div>
<div id="_mcePaste">Walau identitasnya telah diungkap polisi di Palembang, Ujang tak diam. Dia hendak memperdayai polisi dengan alibinya. Untuk memastikan sosoknya sebagai buronan yang kabur dari penjara, tim lapas Palembang langsung datang ke Batam dan membesuk warga RT 024 yang tinggal di kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT II Palembang.</div>
<div id="_mcePaste">Karena ia tersangkut kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Lubukbaja, tim lapas Palembang belum bisa membawanya. Ia harus mempertanggungjawabkan kasusnya di mata hukum karena telah mencuri di Batam. ”Setelah jalani masa hukumannya di sini, dia baru bisa diserahkan ke lapas Palembang,” ujar Didik.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi ia mengaku sangat kuatir kalau setelah dipulangkan ke Palembang, ia bakal ditembak untuk mengingatkannya akan apa yang telah dilakukannya selama ini. ”Kalau balik ke Palembang pasti saya ditembak. Tapi pasrah saja, ini sudah nasibnya,” katanya. ***</div>
<p>Namanya Ujang alias Patek Bin Umar. Ia kini berumur 41 tahun. Wajahnya begitu asing bagi polisi di kota ini. Namun, kasus yang melilitnya nyaris jadi perhatian aparat keamanan di negeri ini akibat lalainya pengamanan sipir lapas, pria asal Palembang itu kabur dari penjara tersebut.Pelariannya saat itu cukup menghebohkan. Salah satu staf lapas yang masih saudara dekat dengan Ujang bahkan nyaris dipecat dari dinasnya, gara-gara pelarian pria berkulit hitam ini. ”Ada staf kami yang sudah diusulkan untuk dipecat karena diduga  terlibat kaburnya dia (Ujang, red),” ujar Bistok, staf lapas Palembang ketika dikonfirmasi Batam Pos kemarin (5/9).Menurut Bistok, Ujang kabur dari lapas dengan cara melompat. Tembok tinggi dikelilingi kawat berduri itu mampu diperdayainya. Waktu itu waktu hampir pukul 03.00 dinihari. Petugas lapas kebingungan dengan berkurangnya satu tahanan yang baru empat hari menjadi tahanan titipan Polsek Ilir Timur II saat itu.Menurut Ujang, menaklukan pagar lapas, ia langsung menumpang ojek dekat penjara tersebut. Ia diantarkan ke kawasan hutan yang dekat dengan jalur menuju Lampung. Sedikit uang yang dibawanya, Ujang kabur ke Lampung dan bebas selama hampir empat bulan di sana.Beberapa pekerjaan sebagai buruh kasar ditekuninya. Ia mengaku masih lajang saat itu. Tak kerasan di Lampung, tepat Juni lalu, ia hengkang ke Batam dan berkenalan dengan seorang wanita dan langsung dinikahinya. ”Kami nikah di Batuaji dan istri saya sedang hamil,” ujar pria yang beralamat di Tanjunguma ini, kemarin (5/9).Selama di Batam, Ujang mengaku bekerja serabutan saja. Kamis (28/8) lalu, ia menggondol dua unit ponsel milik warga Baloi Garden pukul 14.00. Oleh korban, kasus pencurian dilaporkan ke Polsekta Lubukbaja. Menurut saksi, polisi mengarahkan penyelidikan ke Ujang. Ia  mengelak dari tudingan polisi. Namun setelah diselidiki, ternyata barang bukti 2 ponsel Nokia milik korban telah disimpanya. ”Rencana mau aku jual untuk bayar kos rumah,” katanya.Ia lalu diamankan dan dimasukan ke penjara Polsek. Kapolsekta Lubukbaja, AKP Didik Erfianto, mengatakan, selama dua hari dikurung, Ujang tak terlihat aneh atau khawatir diketahui sebagai buronan oleh polisi di Palembang.Pria brewokan itu juga mengantongi identitas palsu. Nama aslinya Ujang alias Patek Bin Umar, namun di kartu tanda penduduk (KTP) keluaran Batam, pria ini berganti nama menjadi Iwan. ”Kami lantas membuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) atas nama Iwan karena itu nama dia sesuai KTP dan pengakuannya,” kata Didik Erfianto di Mapolsek kemarin (5/9).Didik serta jajarannya kaget setelah terdengar selintingan rumor di masyarakat bahwasannya Iwan yang ditangkap jajarannya itu tahanan kabur dari Lapas Palembang sejak 2009 lalu. Pihaknya lalu berkoordinasi dengan kepolisian di Palembang. Walau identitasnya telah diungkap polisi di Palembang, Ujang tak diam. Dia hendak memperdayai polisi dengan alibinya. Untuk memastikan sosoknya sebagai buronan yang kabur dari penjara, tim lapas Palembang langsung datang ke Batam dan membesuk warga RT 024 yang tinggal di kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT II Palembang.Karena ia tersangkut kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Lubukbaja, tim lapas Palembang belum bisa membawanya. Ia harus mempertanggungjawabkan kasusnya di mata hukum karena telah mencuri di Batam. ”Setelah jalani masa hukumannya di sini, dia baru bisa diserahkan ke lapas Palembang,” ujar Didik. Tapi ia mengaku sangat kuatir kalau setelah dipulangkan ke Palembang, ia bakal ditembak untuk mengingatkannya akan apa yang telah dilakukannya selama ini. ”Kalau balik ke Palembang pasti saya ditembak. Tapi pasrah saja, ini sudah nasibnya,” katanya. ***</p>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/ujang-buronan-kelas-kakap-lapas-palembang-tertangkap-gara-gara-curi-hp/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/ujang-buronan-kelas-kakap-lapas-palembang-tertangkap-gara-gara-curi-hp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Pelayaran Ditambah</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/jadwal-pelayaran-ditambah/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/jadwal-pelayaran-ditambah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Pelayaran Ditambah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9379</guid>
		<description><![CDATA[Arus Mudik  Padat di H-5 TANJUNGPINANG (BCZ) &#8211; Memasuki H-5 Lebaran, Pelabuhan Sri Bintapura Tanjungpinang mulai dipadati penumpang baik yang datang mau pergi. Ribuan penumpang tampak mulai berdesak-desakan dan berlomba memasuki atau naik ke kapal, khususnya tujuan Tanjungpinang-Dabo Singkep. Pantauan Minggu (5/9) di pelabuhan tersebut, kapal dengan seluruh tujuan beroperasi pada hari itu. Namun, untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong></p>
<div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste">Arus Mudik  Padat</div>
<div id="_mcePaste">di H-5</div>
<div>
<div>
<div><span style="font-weight: normal;">TANJUNGPINANG (BCZ) &#8211; Memasuki H-5 Lebaran, Pelabuhan Sri Bintapura Tanjungpinang mulai dipadati penumpang baik yang datang mau pergi. Ribuan penumpang tampak mulai berdesak-desakan dan berlomba memasuki atau naik ke kapal, khususnya tujuan Tanjungpinang-Dabo Singkep.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Pantauan Minggu (5/9) di pelabuhan tersebut, kapal dengan seluruh tujuan beroperasi pada hari itu. Namun, untuk tujuan tertentu seperti Karimun dan Dabo Singkep, jumlah kapal yang beroperasi cukup sedikit dibanding tujuan lain, seperti Batam.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Hal ini mengakibatkan sejumlah penumpang dengan tujuan Karimun dan Dabo Singkep, harus berlomba cepat agar bisa memasuki kapal. Karena terbatasnya armada yang beroperasi, pos </span><span style="font-weight: normal;"><strong></p>
<div id="_mcePaste" style="display: inline !important;">
<div style="display: inline !important;">
<div style="display: inline !important;"><span style="font-weight: normal;"><strong></p>
<div id="_mcePaste" style="display: inline !important;">
<div style="display: inline !important;">
<div style="display: inline !important;"><span style="font-weight: normal;">pengamanan pun bertindak tegas bagi penumpang yang terlihat berebut masuk. Mereka membuat batas besi dan membatasi jumlah penumpang memasuki kapal, sedikit demi sedikit.</span></div>
<div style="display: inline !important;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div style="display: inline !important;"><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
</div>
</div>
<p></strong></span></div>
</div>
</div>
<p></strong></span></div>
</div>
<div><span style="font-weight: normal;">Wendy, penumpang tujuan Dabo Singkep yang berangkat pada hari itu mengaku sengaja pulang kampung pada H-5, dengan alasan menghindari kepadatan penumpang. ”Saya pikir, kalau saya berangkat sekarang, jumlah penumpang biasa-biasa saja dan pasti dapat tempat duduk, ternyata cukup padat,” jelasnya.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Menurut Wendy, jumlah kapal tujuan Dabo yang beroperasi hanya dua kapal saja, sebaiknya ditambah, untuk mengantisipasi kepadatan tersebut. ”Lihatlah, kalau seperti ini, siapa yang tidak cepat, kemungkinan tidak mendapat tempat duduk di dalam kapal,” jelasnya.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Hal senada diakui Kepala Kelompok Lalu Lintas Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjungpinang Endang Udi. Ia mengatakan jumlah penumpang melalui pelabuhan Sri Bintanpura terus bertambah sejak H-7. Namun, menurut Endang kepadatan penumpang masih terantisipasi, pasalnya jumlah armada yang mengangkut penumpang masih mencukupi.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">”Sejauh ini, masih aman-aman saja, seluruh penumpang dengan berbagai tujuan masih bisa terangkut sepenuhnya,” ujar Endang, kemarin.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Khusus tujuan Karimun dan Dabo Singkep, jelasnya, tidak ada tambahan kapal. Sampai saat ini kapal tujuan tersebut hanya Super Z dan Batavia saja yang beroperasi. “Namun, kapal yang biasanya bergantian tersebut, kini beroperasi secara bersama-sama setiap hari, jadi bukan kapalnya yang bertambah, melainkan jadwalnya ditambah,” jelas Endang. Ia menjelaskan jumlah penumpang hingga H-7 untuk keberangkatan dalam negeri mencapai 3.374 penumpang dan tiba 2.830 penumpang.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Sementara tujuan luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia, untuk keberangkatan 540 penumpang dan tiba 560 penumpang.</span></div>
<div><span style="font-weight: normal;">Begitu pun di H-6, jumlah keberangkatan dalam negeri mencapai 2.575 penumpang dan tiba 2.213 penumpang. Dan untuk keberangkatan luar negeri 351 penumpang dan tiba 1081 penumpang. “Untuk H-5 belum bisa kita pastikan berapa jumlah penumpang, karena belum di data sepenuhnya,” jelas Endang yang memperkirakan puncak arus mudik lebaran terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran. (nie)</span></div>
</div>
</div>
<div></div>
<p></strong></div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/jadwal-pelayaran-ditambah/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/jadwal-pelayaran-ditambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puluhan Siswa Terjangkit Flu Singapura</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/puluhan-siswa-terjangkit-flu-singapura/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/puluhan-siswa-terjangkit-flu-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Siswa Terjangkit Flu Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9377</guid>
		<description><![CDATA[(BCZ) &#8211; puluhan anak-anak di Tanjungpinang pekan lalu diketahui terkena serangan virus Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) atau populer dengan sebutan flu Singapura. Umum­nya, anak-anak tersebut berasal dari sebuah sekolah swasta di kota ini. Akibat serangan virus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang turun tangan melaksanakan desinfektan di ruangan-ruangan kelas di sebuah sekolah swasta tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">(BCZ) &#8211; puluhan anak-anak di Tanjungpinang pekan lalu diketahui terkena serangan virus Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) atau populer dengan sebutan flu Singapura. Umum­nya, anak-anak tersebut berasal dari sebuah sekolah swasta di kota ini. Akibat serangan virus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang turun tangan melaksanakan desinfektan di ruangan-ruangan kelas di sebuah sekolah swasta tersebut.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Menjawab Batam Pos, Sabtu (4/9) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan ada sekitar 35-an orang anak di sekolah tersebut yang terjangkit flu Singapura (HFMD). Terkait kejadian tersebut Dinas Kesehatan langsung turun tangan dan sudah melakukan tindakan.</div>
<div id="_mcePaste">”Kita lakukan penyemprotan desinfektan di sekolah itu dan minta supaya siswanya diliburkan. Namun, karena waktunya pas bertepatan dengan liburan sekolah, jadi siswanya memang sudah libur semua awal pekan kemarin,” kata Ahmad Yani.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Sekolah yang berada di sekitar kawasan Suka Berenang, Tanjungpinang itu siswanya mudah terjangkit flu Singapura karena ruangan belajarnya menggunakan pendingin ruangan. Sehingga, virus tersebut dengan mudah menular dari satu siswa ke siswa lainnya.</div>
<div></div>
<div>”Flu Singapura termasuk flu ringan yang tidak berbahaya dan jika antibodi seseorang kuat tidak akan mudah terjangkit dengan virus flu Singapura tersebut,” ujarnya. Senada dengannya dokter spesialis anak senior di Tanjungpinang, dr Santoso juga mempertegas hal tersebut. Ditegaskannya, bahwa flu Singapura ini penyakit yang tidak berbahaya. Kecuali, terjadi komplikasi yang terkena otak dan jantung. Namun, hal itu jarang sekali terjadi.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Terungkapnya serangan flu Singapura ini berawal dari informasi yang diterima redaksi Batam Pos Tanjungpinang dari salah satu warga kota yang anaknya terserang virus penyakit itu. Dia juga menyampaikan salah satu rekannya, seluruh anaknya terkena serangan virus yang membuat mulut penderita sulit digunakan untuk makan minum.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Informasi serupa kembali disampaikan warga Batu 4 Tanjungpinang, Johny ke redaksi akhir pekan lalu, yang mengabarkan anaknya juga terkena serangan virus tersebut. Anaknya juga bersekolah di sekolah swasta di sekitar kawasan Suka Berenang Tanjungpinang dan ruangan belajarnya menggunakan pendingin ruangan.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Bang, berita Abang tu benar sekali. Anak saya juga kena Bang, untung adiknya tak kena. Tapi kawan saya, tiga anaknya seluruhnya kena semua. Awalnya saya tak tahu dan saya kira demam biasa sebab kita di Pinang kan tak pernah dikasih informasi apa itu flu Singapura. Saya baru setelah kawan-kawan sekolah anak saya juga kena, saya baru saja mau bel Abang, eh sudah Abang angkat dulu,” jelas Johny, yang juga pelanggan setia Batam Pos ini. ***</div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/puluhan-siswa-terjangkit-flu-singapura/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/puluhan-siswa-terjangkit-flu-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik, Hindari  Pakai Perhiasan</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/mudik-hindari-pakai-perhiasan/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/mudik-hindari-pakai-perhiasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Hindari Pakai Perhiasan]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9375</guid>
		<description><![CDATA[KARIMUN (BCZ) &#8211; Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Boy Herlambang mengimbau warga yang ingin mudik Lebaran agar sebelum meninggalkan rumah, hendaknya diperiksa terlebih dahulu. Apakah sudah terkunci dengan baik? Bila perlu, titip kepada tetangga sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau pulang kampung, kita mengimbau untuk melakukan pemeriksaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>KARIMUN (BCZ)</strong> &#8211; Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Boy Herlambang mengimbau warga yang ingin mudik Lebaran agar sebelum meninggalkan rumah, hendaknya diperiksa terlebih dahulu. Apakah sudah terkunci dengan baik? Bila perlu, titip kepada tetangga sebagai antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau pulang kampung, kita mengimbau untuk melakukan pemeriksaan sebelum meninggalkan rumah. Misalnya, pastikan pintu dan jendela dalam keadaan terkunci. Begitu juga dengan listrik di rumah. Yang terpenting, beritahu tetangga bahwa anda mudik dan minta tolong rumahnya dijaga,’’ ujar Kasat Reskrim AKP Boy Herlambang SIK, Minggu (5/9).</div>
<div></div>
<div>Kemudian, sambung Boy, jika di rumah terdapat kompor gas, sebaiknya regulator yang menghubungkan ke tabung gas dilepaskan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Selain itu, kita juga mengharapkan kepada para pemudik agar tidak berpenampilan mencolok ketika mudik. Gunakan pakaian biasa dan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok,” imbaunya. (san)</div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/mudik-hindari-pakai-perhiasan/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/mudik-hindari-pakai-perhiasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bengkel Terbakar, Tiga Motor Hangus</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/bengkel-terbakar-tiga-motor-hangus/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/bengkel-terbakar-tiga-motor-hangus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkel Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Motor Hangus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9373</guid>
		<description><![CDATA[KARIMUN (BCZ) &#8211; Sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Veteran, Kelurahan Baran, Kecamatan Meral hangus terbakar, Sabtu (4/9) lalu. Kebakaran ini turut menghanguskan tiga unit sepeda motor, kompresor dan alat pendingin. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini, sempat menjadi tontonan warga. Suara ledakan dari kobaran api, membuat warga berhamburan. Termasuk pengunjung warnet yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>KARIMUN (BCZ)</strong> &#8211; Sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Veteran, Kelurahan Baran, Kecamatan Meral hangus terbakar, Sabtu (4/9) lalu. Kebakaran ini turut menghanguskan tiga unit sepeda motor, kompresor dan alat pendingin.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini, sempat menjadi tontonan warga. Suara ledakan dari kobaran api, membuat warga berhamburan. Termasuk pengunjung warnet yang ada di sekitar lokasi kebakaran.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Edi pemilik bengkel hanya bisa terdiam melihat api melalap bengkelnya. Dia menduga penyebab kebakaran berasal dari tumpahan minyak bensin yang terkena percikan api.</div>
<div></div>
<div>”Sebelum terbakar, saya sedang menggerinda besi. Tiba-tiba, muncul api dari bensin dan membakar seisi bengkel. Mungkin dari percikan api ini yang menjadi sumber kebakaran,” duga Edi.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Dugaan Edi cukup beralasan. Karena dirinya tidak merokok saat bekerja. Dia tidak bisa berbuat apa-apa begitu melihat kobaran api, kecuali melarikan diri ke bengkel sebelah.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Tiga unit sepeda motor di dalam bengkel semua terbakar. Total kerugian belum dapat dipastikan. Yang jelas, sepeda motor yang terbakar sudah belasan juta rupiah,’’ paparnya.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Yusuf, pemilik warnet yang berada di sebelah bengkel yang terbakar sempat panik. ”Alhamdulillah, tidak ada peralatan warnet yang terbakar, karena apinya cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran,’’ ungkap Yusuf yang mengaku kebakaran diketahui setelah ada yang menghubunginya. (san</div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/bengkel-terbakar-tiga-motor-hangus/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/bengkel-terbakar-tiga-motor-hangus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiap Malam Menahan Rasa Sakit di Bagian Perut</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/tiap-malam-menahan-rasa-sakit-di-bagian-perut/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/tiap-malam-menahan-rasa-sakit-di-bagian-perut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Tiap Malam Menahan Rasa Sakit di Bagian Perut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9370</guid>
		<description><![CDATA[(BCZ) &#8211; Keputusan ini, tentu mengejut pihak keluarga, terutama Maryani, istrinya. Tiap hari, rasa khawatir terus menghinggapi pikiran. Pasalnya, untuk pergi berobat ke luar negeri membutuhkan uang yang sangat besar, sementara kondisi ekonomi hanya pas-pasan saja. Belum lagi, pasangan suami-istri ini, menjadi tulang punggung keluarga selama ini. ”Dua bulan yang lalu, tepatnya Juli 2010, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">(BCZ) &#8211; Keputusan ini, tentu mengejut pihak keluarga, terutama Maryani, istrinya. Tiap hari, rasa khawatir terus menghinggapi pikiran. Pasalnya, untuk pergi berobat ke luar negeri membutuhkan uang yang sangat besar, sementara kondisi ekonomi hanya pas-pasan saja. Belum lagi, pasangan suami-istri ini, menjadi tulang punggung keluarga selama ini.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Dua bulan yang lalu, tepatnya Juli 2010, saya bawa suami ke RSUD. Dokter yang menangani adalah Pak Eddy Sobri, salah seorang dokter spesialis. Pak Eddy bilang, suami saya menderita kanker hati tergolong ganas. Dan, harus segera dibawa ke luar negeri,’’ ujar Maryani, di kediamannya, beberapa hari lalu.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Maryani pun bercerita, tentang kondisi suaminya. Sejak mereka nikah, 18 tahun lalu, suaminya kerap mengeluhkan sakit di bagian perut. Namun, keluhan ini tak menjadi hambatan melaksanakan aktivitasnya, sebagai nelayan atau ikut rombongan kelompok band Elshinta asuhan Pi’i.</div>
<div id="_mcePaste">Beberapa kali, Maryani yang sejak 2 tahun lalu dipercaya warga menjabat Ketua RT 6 RW 3 Tanjungunggat, telah minta Muslim, mengecek kesehatan ke dokter. Namun, permintaan ini tak pernah dilaksanakan. ‘’Sebelum separah saat ini, biasanya hanya mengeluh sakit saja. Beberapa saat kemudian hilang. Ia pun kembali lanjutkan kerja. Begitu seterusnya,’’kata Maryani.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Tiap hari, suaminya terus bekerja. Terkadang, siang turun ke laut nangkap ikan, dan malam harinya ikut rombongan kelompok band. Sakit yang dideritanya, seakan tak dipedulikan.</div>
<div id="_mcePaste">”Kita hidup susah, Pak. Jika tak kerja, tentu uang tak dapat. Sebagai tulang punggung keluarga, kita harus penuhi kebutuhan orang tua, adik-adik, dan dua anak kita. Tak ada yang cari uang. Semua bergantung pada kita. Tapi, kita tak pernah masalahkan. Kita ikhlas,’’katanya.</div>
<div></div>
<div>Kini, fisik suaminya benar-benar parah. Terlebih setelah menedengar penjelasan dokter RSUD Tanjungpinang soal penyakit Muslim. Kian hari, semangat hidupnya terlihat labil. Kini, suaminya tak bisa berjalan lagi. ”Ia hanya bisa baring saja. Selain itu, tiap malam, ia juga harus menahan rasa sakit tak tertahankan di bagian dalam perutnya. Erangan kesakitan terus terlontar dari mulut suami saya,’’ lirih Maryani.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Kondisi ini, benar-benar membuat Maryani tak bisa berbuat apa-apa. Pundi-pundi uang mereka pun kian hari kian menipis. Kini, jangankan untuk bawa Muslim berobat, untuk kebutuhan sehari-hari saja tak ada lagi uang. ”Kita kesulitan sekali. Mau cari uang, tak tahu lagi mau kemana,’’katanya.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Beberapa hari lalu, Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, menyinggahi Tanjungunggat menyerahkan bantuan paket sembako.</div>
<div id="_mcePaste">”Pengen melaporkan kondisi yang saya alami ini. Tapi keberanian saya hilang. Padahal, Dena, ajudan Wali Kota berada dekat dengan saya,’’ katanya.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Kini, Maryani, hanya berharap kerelaan pihak-pihak tertentu ikut meringankan bebannya. ‘’Saya ingin suami kembali sehat seperti sedia. Tapi, niat ini belum bisa dipastikan karena kita tak mampu membawanya berobat ke luar negeri,’’kata Maryani, terlihat berkaca-kaca. ***</div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/tiap-malam-menahan-rasa-sakit-di-bagian-perut/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/tiap-malam-menahan-rasa-sakit-di-bagian-perut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nurdin-Rafiq Urutan Teratas</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/nurdin-rafiq-urutan-teratas/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/nurdin-rafiq-urutan-teratas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Nurdin-Rafiq Urutan Teratas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9368</guid>
		<description><![CDATA[(BCZ) &#8211; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (4/9). Rakercabsus merupakan rangkaian agenda penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun periode 2011-2016 mendatang, yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih ini. Sejak dibuka pendaftaran Agustus lalu, tercatat 12 nama calon yang mengambil formulir. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>(BCZ) </strong> &#8211; Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (4/9). Rakercabsus merupakan rangkaian agenda penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun periode 2011-2016 mendatang, yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih ini.</div>
<div id="_mcePaste">Sejak dibuka pendaftaran Agustus lalu, tercatat 12 nama calon yang mengambil formulir. Sedang-kan yang mengembalikan hanya 11 nama. Jumlah yang mendaftar dan mengembalikan formulir ini merupakan yang terbesar dan diikuti oleh calon dibandingkan partai-partai lain yang ada di Karimun.</div>
<div id="_mcePaste">Mereka yang mengembalikan formulir dan mengikuti diseleksi yakni, Ihsan, Hendri Frankim, Ir Supinah, Abdul Malik, Hamdani, Joko, Wijoyo, M Dali, M Syahril, dan pasangan Nurdin Basirun-Aunur Rafiq. Selanjutnya, hasil seleksi nantinya akan diusulkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD).</div>
<div id="_mcePaste">Berdasarkan hasil rakercabsus yang juga dihadiri Ketua DPD PDI-P, Soerya Respationo, pasangan incumbent menduduki posisi teratas dukungan dari PAC. Menyusul pasangan M Dali dan Syahril serta pasangan Hendri Frankim dan Supinah. Setelah itu, baru calon-calon yang mendaftar perorangan ke PDI-P.</div>
<div id="_mcePaste">Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Rasno mengatakan, 11 nama yang terjaring seluruhnya dikirim ke tingkat DPD. DPD lah nantinya yang akan menseleksi menjadi dua nama. Dua nama tersebut dikirim lagi ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).</div>
<div id="_mcePaste">“Hasil keputusan DPP inilah nantinya yang akan diusung oleh PDI-P sebagai calon bupati dan wakil bupati Karimun,” beber Rasno.</div>
<div id="_mcePaste">Ditetapkannya pasangan incumbent pada posisi teratas, berdasarkan kesepakatan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Dari sembilan PAC, lima mendukung pasangan Nurdin-Rafiq. Sisanya mendukung M Dali-Syahril. ***</div>
<p>Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (4/9). Rakercabsus merupakan rangkaian agenda penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun periode 2011-2016 mendatang, yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih ini. Sejak dibuka pendaftaran Agustus lalu, tercatat 12 nama calon yang mengambil formulir. Sedang-kan yang mengembalikan hanya 11 nama. Jumlah yang mendaftar dan mengembalikan formulir ini merupakan yang terbesar dan diikuti oleh calon dibandingkan partai-partai lain yang ada di Karimun. Mereka yang mengembalikan formulir dan mengikuti diseleksi yakni, Ihsan, Hendri Frankim, Ir Supinah, Abdul Malik, Hamdani, Joko, Wijoyo, M Dali, M Syahril, dan pasangan Nurdin Basirun-Aunur Rafiq. Selanjutnya, hasil seleksi nantinya akan diusulkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Berdasarkan hasil rakercabsus yang juga dihadiri Ketua DPD PDI-P, Soerya Respationo, pasangan incumbent menduduki posisi teratas dukungan dari PAC. Menyusul pasangan M Dali dan Syahril serta pasangan Hendri Frankim dan Supinah. Setelah itu, baru calon-calon yang mendaftar perorangan ke PDI-P.Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Rasno mengatakan, 11 nama yang terjaring seluruhnya dikirim ke tingkat DPD. DPD lah nantinya yang akan menseleksi menjadi dua nama. Dua nama tersebut dikirim lagi ke tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Hasil keputusan DPP inilah nantinya yang akan diusung oleh PDI-P sebagai calon bupati dan wakil bupati Karimun,” beber Rasno.Ditetapkannya pasangan incumbent pada posisi teratas, berdasarkan kesepakatan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Dari sembilan PAC, lima mendukung pasangan Nurdin-Rafiq. Sisanya mendukung M Dali-Syahril. ***</p>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/nurdin-rafiq-urutan-teratas/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/nurdin-rafiq-urutan-teratas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seluruh Anggota Polres Dapat Bagian</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/seluruh-anggota-polres-dapat-bagian/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/seluruh-anggota-polres-dapat-bagian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 06:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Seluruh Anggota Polres Dapat Bagian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9366</guid>
		<description><![CDATA[Kapolres Bagi-Bagi Bingkisan Lebaran KARIMUN (BCZ) - Kapolres Karimun AKBP Imam Santoso memberikan bingkisan Lebaran untuk anggotannya. Bingkisan tersebut dibagikan seusai apel pagi, Sabtu (4/9) sekitar pukul 07.30 WIB di Mapolres. ”Sebagai pemimpin, sudah selayaknya saya bertanggung jawab dan memperhatikan anggota. Apalagi momen Idul Fitri ini, makanya kita memberikan bing­kisan kepada seluruh anggota yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>Kapolres Bagi-Bagi Bingkisan Lebaran </strong></div>
<div><strong>KARIMUN (BCZ) </strong>- Kapolres Karimun AKBP Imam Santoso memberikan bingkisan Lebaran untuk anggotannya. Bingkisan tersebut dibagikan seusai apel pagi, Sabtu (4/9) sekitar pukul 07.30 WIB di Mapolres.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Sebagai pemimpin, sudah selayaknya saya bertanggung jawab dan memperhatikan anggota. Apalagi momen Idul Fitri ini, makanya kita memberikan bing­kisan kepada seluruh anggota yang ada di lingkungan Polres dan Polsek se Kabupaten Karimun,’’ ujar Imam Santoso usai apel.</div>
<div id="_mcePaste">Bingkisan yang diberikan, tidak hanya untuk kalangan anggota yang masih aktif. Tetapi juga telah disiapkannya untuk keluarga mantan polisi atau warakauri yang pernah bertugas di instansi polisi.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Bingkisan yang kita serahkan merupakan paket sembako. Selain itu, ada bingkisan yang sama-sama diserahkan yang asalnya dari Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji Hartanto. Inti dari penyerahan bingkisan ini, tidak lain kepedulian kita kepada semua,’’ jelas Imam.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Dalam kesempatan itu, Imam juga mengingatkan kepada keluarga polisi yang masih aktif, khususnya istri-istri polisi diharapkan dapat memahami jika suami tidak dapat ikut berlebaran bersama. Hal ini disebabkan tidak lain, karena tugas suami sebagai seorang polisi merupakan tugas negara dan tugas membawa misi kemanusiaan.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">”Sebagai polisi sudah jelas tugasnya mengamankan. Dan, tugas kemanusiaan yang saya maksudkan di sini adalah menjaga ke­amanan pada saat warga yang akan merayakan hari besar, seperti Idul Fitri terjamin keselamatan harta bendanya. Baik, pada saat mudik maupun di tempat umum,’’ ungkapnya.</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Penyerahan bingkisan dilakukan di Mapolsek Kota Balai Karimun sejalan dengan kegiatan berbuka bersama Kapolres Karimun. (san)**</div>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/seluruh-anggota-polres-dapat-bagian/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/seluruh-anggota-polres-dapat-bagian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komedian yang Mendulang Berkah di Bulan Ramadan  Olga: Duit Saya Rp800 Triliun</title>
		<link>http://batamcyberzone.com/2010/09/komedian-yang-mendulang-berkah-di-bulan-ramadan-olga-duit-saya-rp800-triliun/</link>
		<comments>http://batamcyberzone.com/2010/09/komedian-yang-mendulang-berkah-di-bulan-ramadan-olga-duit-saya-rp800-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 05:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amalia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Komedian yang Mendulang Berkah di Bulan Ramadan Olga: Duit Saya Rp800 Triliun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batamcyberzone.com/?p=9358</guid>
		<description><![CDATA[(BCZ) &#8211; Salah satu artis yang supersibuk dalam Ramadan ini adalah presenter kocak Olga Syahputra. Karir pria 27 tahun bernama asli Yoga Syahputra itu memang sedang di atas angin. Dalam sehari, dia memiliki delapan acara yang harus dipandu. Melihat bagaimana Olga menjalani aktivitas seperti melihat bola bekel yang dipantulkan. Melompat ke sana kemari tanpa terasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><strong>(BCZ)</strong> &#8211; Salah satu artis yang supersibuk dalam Ramadan ini adalah presenter kocak Olga Syahputra. Karir pria 27 tahun bernama asli Yoga Syahputra itu memang sedang di atas angin. Dalam sehari, dia memiliki delapan acara yang harus dipandu.</div>
<div id="_mcePaste">Melihat bagaimana Olga menjalani aktivitas seperti melihat bola bekel yang dipantulkan. Melompat ke sana kemari tanpa terasa lelah.</div>
<div id="_mcePaste">Jadi tak heran kalau pria yang kerap bergaya kemayu itu sekarang menjadi sangat sulit diwawancarai. Kalaupun bisa ditemui setelah membawakan acara di stasiun TV, paling lama dia punya waktu tiga hingga lima menit saja untuk wawancara.</div>
<div id="_mcePaste">Sebab, dengan segera Olga harus bergeser ke stasiun TV lainnya. Di sana dia sudah ditunggu untuk mengisi acara secara live (langsung). Begitu ketatnya jadwal acara, sampai-sampai asistennya yang bernama Erik mulai merasa khawatir kalau ada wartawan yang ingin mewawancarai Olga.</div>
<div id="_mcePaste">”Aduh, cepetan wawancaranya. Ja­ngan lama-lama. Olga sudah ditungguin di Global (Global TV, Red). Mau ada live di sana. Tempatnya jauh di De­pok. Nggak boleh telat. Kalau telat, nanti kita diomelin,” ucapnya sewot ketika JPNN mewawancarai Olga Jumat pekan lalu (27/8) di</div>
<div id="_mcePaste">gedung Trans TV. Kala itu Olga selesai memandu acara Online bersama Jeng Kelin.</div>
<div>Wajar saja kalau Erik sampai merasa begitu khawatir. Sebab, sebagai asisten, dia juga harus memastikan Olga tepat waktu berada di lokasi acara. Dalam sehari, pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983, itu membawakan empat acara secara live. Mulai Saatnya Kita Sahur di Trans TV, Dahsyat di RCTI, Online di Trans TV, dan Bukan Buka Biasa di Global TV. Acara lainnya (yang tidak dibawakan secara live) adalah kuis Apa Ini Apa Itu di RCTI, OMG di AnTV, Wayang on Stage di AnTV, juga sinetron Mister Olga di RCTI.</div>
<div id="_mcePaste">Melihat ragam acara Olga, terlihat bahwa sulung di antara tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida itu menjadi rebutan stasiun TV. Penyebabnya tentu saja karena Olga adalah sosok yang bisa membuat rating program TV meroket. Peraih penghargaan Panasonic Gobel Award dua tahun berturut turut-turut (2009 dan 2010) untuk kategori pelawak terfavorit tersebut memang sedang diminati. Gaya bicaranya yang spontan, ceplas-ceplos, serta ketidakbisaan Olga dalam melafalkan alfabet secara urut dan berbahasa Inggris malah menjadi daya tarik tersendiri.</div>
<div id="_mcePaste">Padahal, jika melihat perjalanan presenter Dahsyat ini, dulu dia bukan siapa-siapa. Dulu Olga hanya seorang penggemar yang se­ring meminta tanda tangan dan berfoto bareng idolanya. Hingga akhirnya, dia ditawari untuk bermain di film Lenong Bocah. Tapi, pria berdarah Padang-Jawa itu harus mengikuti latihan terlebih dahulu di Sanggar Ananda asuhan Aditya Gumay. “Tapi, kan Olga nggak punya uang. Terpaksa Olga jual kulkas untuk bayar kursus di Sanggar Ananda,” ungkapnya.</div>
<div id="_mcePaste">Akhirnya kulkas orang tua yang dia jual diganti oleh Bertrand Antolin, bintang sinetron yang menjadi sahabatnya. Setelah menjadi murid Sanggar Ananda, memang Olga kerap mengikuti syuting. Namun, perannya masih sekadar lewat. Untuk menambah penghasilan, dia pun menjadi asisten penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Memang berliku jalan yang harus dilalui Olga.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi, sekarang kerja kerasnya berbuah. Apalagi, dua tahun belakangan banyak penghargaan menghampiri dia. Ada lima penghargaan yang dia raih selama 2009-2010. Dulu Olga masih tinggal di rumah susun saat mengawali karir. Sekarang dia sudah memiliki rumah di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Malah, pelantun tembang Hancur Hatiku dan Jangan Ganggu Aku Lagi itu mulai memikirkan untuk berbisnis. Menyadari karir di dunia hiburan tidak bisa diprediksi, dia pun mulai menyiapkan investasi untuk masa depan. Olga membeli tanah di dekat rumahnya untuk dijadikan kos-kosan. “Olga mau buka kos-kosan. Untuk pegangan kalau nggak laku lagi. Olga takut rezeki Olga habis,” katanya. Ketika ditanya berapa honor yang diterima, Olga memang tidak pernah mau menjawab.</div>
<div id="_mcePaste">Tapi, melihat banyaknya acara yang dia asuh, sudah bisa dibayangkan bahwa pendapatannya berlipat-lipat dari tahun sebelumnya. Namun, kata dia, honor bukan menjadi alasan utama ketika menerima tawaran. Bintang film Hantu Taman Lawang itu berkelakar bahwa dirinya sudah menjadi orang kaya dan berduit. “Duit Olga udah banyak. Sudah Rp 800 triliun. Olga masuk menjadi orang terkaya kedua di dunia versi majalah luar negeri. Jadi nggak perlu ngurusin berapa honor yang diterima. Berapa saja, alhamdulillah,” katanya, lantas terbahak.</div>
<div id="_mcePaste">Namun, di balik itu semua ada harga yang harus dia bayar. Terutama waktu berkumpul bersama keluarga. “Tahun ini memang padat banget kerjaan Olga. Sampai-sampai Olga merasa terpenjara, nggak bisa ngapa-ngapain,” ung­kap­nya. Sebenarnya pada bulan puasa kali ini dia hanya mengambil pekerjaan sahur dan buka puasa. Tapi, ada beberapa program yang rencana awalnya tidak ditayangkan saat bulan puasa akhirnya ditayangkan karena dianggap pas.</div>
<div>“Sinetron Mister Olga itu sebenarnya bukan untuk bulan puasa, tapi kata orang RCTI bagus untuk puasa. Ya sudah, mau nggak mau, Olga harus ikut syuting lagi karena sudah terikat kontrak. Wayang on Stage di AnTV juga begitu. Karena rating-nya bagus, pas puasa ditayangin juga,” jelasnya.</div>
<div id="_mcePaste">Capek sudah pasti dia rasakan. Apalagi, dalam sehari dia hanya tidur dua jam. “Makanya Olga banyak-banyakin minum air putih pas sahur. Sama berdoa kepada Allah supaya Olga dikasih kesehatan,” lanjutnya.</div>
<div>Satu sisi Olga memang menjadi rebutan stasiun TV untuk menaikkan rating. Tapi, di sisi yang lain Olga juga menjadi incaran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan juga masyarakat. Berulang-ulang KPI mengingatkan Olga agar memperbaiki gaya lawakannya. Teguran KPI itu dilayangkan ke stasiun TV yang menayangkan program Olga.</div>
<div id="_mcePaste">Mulai keberatan akan gaya kebanci-bancian, kebiasaan latah, hingga gaya spontan Olga ketika mendorong lawan mainnya hingga terjatuh. Saat memandu acara Dahsyat, dia pernah mendapatkan keluhan dari band Five Minutes yang merasa tersinggung akan sikap Olga. “Masalah itu sih Olga selalu berpikiran positif saja. Orang kan ada yang suka, ada yang tidak. Yang negor Olga tidak semua bertujuan untuk memperbaiki, tapi ada juga yang ingin menjatuhkan. Tapi, Olga percaya tidak ada yang mampu menjatuhkan Olga kecuali Allah,” tegasnya. ***</div>
<p>Salah satu artis yang supersibuk dalam Ramadan ini adalah presenter kocak Olga Syahputra. Karir pria 27 tahun bernama asli Yoga Syahputra itu memang sedang di atas angin. Dalam sehari, dia memiliki delapan acara yang harus dipandu.<br />
Melihat bagaimana Olga menjalani aktivitas seperti melihat bola bekel yang dipantulkan. Melompat ke sana kemari tanpa terasa lelah.<br />
Jadi tak heran kalau pria yang kerap bergaya kemayu itu sekarang menjadi sangat sulit diwawancarai. Kalaupun bisa ditemui setelah membawakan acara di stasiun TV, paling lama dia punya waktu tiga hingga lima menit saja untuk wawancara.<br />
Sebab, dengan segera Olga harus bergeser ke stasiun TV lainnya. Di sana dia sudah ditunggu untuk mengisi acara secara live (langsung). Begitu ketatnya jadwal acara, sampai-sampai asistennya yang bernama Erik mulai merasa khawatir kalau ada wartawan yang ingin mewawancarai Olga.<br />
”Aduh, cepetan wawancaranya. Ja­ngan lama-lama. Olga sudah ditungguin di Global (Global TV, Red). Mau ada live di sana. Tempatnya jauh di De­pok. Nggak boleh telat. Kalau telat, nanti kita diomelin,” ucapnya sewot ketika JPNN mewawancarai Olga Jumat pekan lalu (27/8) di<br />
gedung Trans TV. Kala itu Olga selesai memandu acara Online bersama Jeng Kelin.Wajar saja kalau Erik sampai merasa begitu khawatir. Sebab, sebagai asisten, dia juga harus memastikan Olga tepat waktu berada di lokasi acara. Dalam sehari, pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983, itu membawakan empat acara secara live. Mulai Saatnya Kita Sahur di Trans TV, Dahsyat di RCTI, Online di Trans TV, dan Bukan Buka Biasa di Global TV. Acara lainnya (yang tidak dibawakan secara live) adalah kuis Apa Ini Apa Itu di RCTI, OMG di AnTV, Wayang on Stage di AnTV, juga sinetron Mister Olga di RCTI.<br />
Melihat ragam acara Olga, terlihat bahwa sulung di antara tujuh bersaudara pasangan Nur Rachman dan Nurhida itu menjadi rebutan stasiun TV. Penyebabnya tentu saja karena Olga adalah sosok yang bisa membuat rating program TV meroket. Peraih penghargaan Panasonic Gobel Award dua tahun berturut turut-turut (2009 dan 2010) untuk kategori pelawak terfavorit tersebut memang sedang diminati. Gaya bicaranya yang spontan, ceplas-ceplos, serta ketidakbisaan Olga dalam melafalkan alfabet secara urut dan berbahasa Inggris malah menjadi daya tarik tersendiri.<br />
Padahal, jika melihat perjalanan presenter Dahsyat ini, dulu dia bukan siapa-siapa. Dulu Olga hanya seorang penggemar yang se­ring meminta tanda tangan dan berfoto bareng idolanya. Hingga akhirnya, dia ditawari untuk bermain di film Lenong Bocah. Tapi, pria berdarah Padang-Jawa itu harus mengikuti latihan terlebih dahulu di Sanggar Ananda asuhan Aditya Gumay. “Tapi, kan Olga nggak punya uang. Terpaksa Olga jual kulkas untuk bayar kursus di Sanggar Ananda,” ungkapnya.<br />
Akhirnya kulkas orang tua yang dia jual diganti oleh Bertrand Antolin, bintang sinetron yang menjadi sahabatnya. Setelah menjadi murid Sanggar Ananda, memang Olga kerap mengikuti syuting. Namun, perannya masih sekadar lewat. Untuk menambah penghasilan, dia pun menjadi asisten penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Memang berliku jalan yang harus dilalui Olga.<br />
Tapi, sekarang kerja kerasnya berbuah. Apalagi, dua tahun belakangan banyak penghargaan menghampiri dia. Ada lima penghargaan yang dia raih selama 2009-2010. Dulu Olga masih tinggal di rumah susun saat mengawali karir. Sekarang dia sudah memiliki rumah di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Malah, pelantun tembang Hancur Hatiku dan Jangan Ganggu Aku Lagi itu mulai memikirkan untuk berbisnis. Menyadari karir di dunia hiburan tidak bisa diprediksi, dia pun mulai menyiapkan investasi untuk masa depan. Olga membeli tanah di dekat rumahnya untuk dijadikan kos-kosan. “Olga mau buka kos-kosan. Untuk pegangan kalau nggak laku lagi. Olga takut rezeki Olga habis,” katanya. Ketika ditanya berapa honor yang diterima, Olga memang tidak pernah mau menjawab.</p>
<p>Tapi, melihat banyaknya acara yang dia asuh, sudah bisa dibayangkan bahwa pendapatannya berlipat-lipat dari tahun sebelumnya. Namun, kata dia, honor bukan menjadi alasan utama ketika menerima tawaran. Bintang film Hantu Taman Lawang itu berkelakar bahwa dirinya sudah menjadi orang kaya dan berduit. “Duit Olga udah banyak. Sudah Rp 800 triliun. Olga masuk menjadi orang terkaya kedua di dunia versi majalah luar negeri. Jadi nggak perlu ngurusin berapa honor yang diterima. Berapa saja, alhamdulillah,” katanya, lantas terbahak.<br />
Namun, di balik itu semua ada harga yang harus dia bayar. Terutama waktu berkumpul bersama keluarga. “Tahun ini memang padat banget kerjaan Olga. Sampai-sampai Olga merasa terpenjara, nggak bisa ngapa-ngapain,” ung­kap­nya. Sebenarnya pada bulan puasa kali ini dia hanya mengambil pekerjaan sahur dan buka puasa. Tapi, ada beberapa program yang rencana awalnya tidak ditayangkan saat bulan puasa akhirnya ditayangkan karena dianggap pas.<br />
“Sinetron Mister Olga itu sebenarnya bukan untuk bulan puasa, tapi kata orang RCTI bagus untuk puasa. Ya sudah, mau nggak mau, Olga harus ikut syuting lagi karena sudah terikat kontrak. Wayang on Stage di AnTV juga begitu. Karena rating-nya bagus, pas puasa ditayangin juga,” jelasnya.<br />
Capek sudah pasti dia rasakan. Apalagi, dalam sehari dia hanya tidur dua jam. “Makanya Olga banyak-banyakin minum air putih pas sahur. Sama berdoa kepada Allah supaya Olga dikasih kesehatan,” lanjutnya.</p>
<p>Satu sisi Olga memang menjadi rebutan stasiun TV untuk menaikkan rating. Tapi, di sisi yang lain Olga juga menjadi incaran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dan juga masyarakat. Berulang-ulang KPI mengingatkan Olga agar memperbaiki gaya lawakannya. Teguran KPI itu dilayangkan ke stasiun TV yang menayangkan program Olga.<br />
Mulai keberatan akan gaya kebanci-bancian, kebiasaan latah, hingga gaya spontan Olga ketika mendorong lawan mainnya hingga terjatuh. Saat memandu acara Dahsyat, dia pernah mendapatkan keluhan dari band Five Minutes yang merasa tersinggung akan sikap Olga. “Masalah itu sih Olga selalu berpikiran positif saja. Orang kan ada yang suka, ada yang tidak. Yang negor Olga tidak semua bertujuan untuk memperbaiki, tapi ada juga yang ingin menjatuhkan. Tapi, Olga percaya tidak ada yang mampu menjatuhkan Olga kecuali Allah,” tegasnya. ***</p>
<div align="right" style="float:right;padding:5px 0xp 0px 5px;"><a name="fb_share" type="button" share_url="http://batamcyberzone.com/2010/09/komedian-yang-mendulang-berkah-di-bulan-ramadan-olga-duit-saya-rp800-triliun/"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batamcyberzone.com/2010/09/komedian-yang-mendulang-berkah-di-bulan-ramadan-olga-duit-saya-rp800-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
