Presiden SBY Umumkan Kematian Dulmatin di Australia

Dipublikasikan: jimmy
batamcyberzone.com

Published: 10 Maret, 2010 | 11:35

Canberra (BCZ) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan kematian Dulmatin di depan Parlemen Australia di Canberra.

Dulmatin yang terlahir pada 6 Juni 1970 di Petarukan, Pemalang, dengan nama Joko Pitono merupakan anak keempat dari lima bersaudara dan lulus SMA pada 1992. Setelah merantau Malaysia selama tiga tahun, dia pulang dan menikah dengan Ummu Aisah dan berganti nama menjadi Asmar Usman.

Di Malaysia inilah, awal persinggungannya dengan kelompok militan. Dia berangkat ke Afghanistan dan sejak awal bergabung dengan faksi Ali Ghufron dan Hambali di Jamaah Islamiyah. Dia dipercaya terlibat dalam sejumlah serangkaian pengeboman gereja pada 1999-2002. Dia termasuk salah satu otak bom Bali I pada 2002. Dia juga mempunyai banyak nama alias, yakni Joko Pitoyo, Abdul Matin, Muktamar, Djoko, dan Noval.

Selanjutnya, Dulmatin aktif di Poso, sebelum akhirnya kabur ke Mindanao dan menjadi instruktur di Kamp Hudaibiyah. Di Filipina dia dikenal dengan nama Zaid Ali. Setelah pemerintah Filipina melancarkan all out war, MILF terdesak. Begitu pula militan Indonesia. Sejumlah pentolan JI asal Indonesia, seperti Dulmatin, Umar Patek, dan Ali Fauzi, kabur ke arah daerah rawa-rawa di S.K. Pendaton. Di sana, di tengah rawa-rawa, sekitar 20 militan Indonesia membangun sebuah kamp sendiri.

Beberapa saat kemudian, Dulmatin kabarnya beralih ke arah Basilan. Di sana dia bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf, sebuah kelompok militan dengan visi yang condong ke Al Qaidah. Sejak saat itulah, kabar tentang Dulmatin tak pernah diketahui.

Pengumuman tewasnya Dulmatin ini disambut gembira oleh parlemen Australia dengan memberikan standing applause atas keberhasilan pemerintah Indonesia dalam upayanya memerangi terorisme. (jhs)

Artikel Lain:




    Batam Cyber comments




    © 2009 batamcyberzone.com | RSS | e-Paper | Iklan